Tampilkan postingan dengan label Lingkungan-politik-sosial Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan-politik-sosial Indonesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Maret 2014

Mengatasi sifat pemalu pada sang anak



Seringkali anak yang masih mencoba untuk mengenal lingkungan sekitarnya termasuk orang-orang yang ada di sekitarnya. Sehingga mereka yang belum mengenal orang lain, cenderung akan menunjukkan hal yang tidak ramah karena mereka merasa malu dengan orang asing. Orangtua sering merasa kebingungan untuk mengatasi anak mereka yang punya sifat pemalu. 
Jika selalu membantu sang anak untuk mengatasi rasa takut dan malu saat bertemu orang baru, orang tua pasti khawatir akan perkembangan kehidupan sosialnya di masa depan. Selain itu, anak-anak juga akan selalu tergantung pada orangtuanya. Anak-anak pemalu cenderung membatasi pengalaman mereka, tidak mengambil risiko sosial yang diperlukan, dan hasilnya mereka tidak akan memperoleh kepercayaan diri dalam berbagai situasi sosial.

Dari permasalahan yang ada diatas berikut ada beberapa cara dalam mengatasi sifat pemalu pada sang anak, yaitu:
  • Jangan pernah menunjukkan kepada anak bahwa dia memiliki sifat pemalu, tunjukkan bahwa anak tersebut berani dan tidak memiliki sifat pemalu terhadap orang asing ataupun orang baru yang ada disekitarnya.
  • Berikan pujian kepada setiap anak mau berteman atau bergabung di satu aktivitas yang melibatkan orang banyak. Sifat pemalu merupakan bawaan dan bukan kemauan si kecil. Orangtua dapat mengatakan kepada anak bahwa anak sangat hebat karena sudah berani bersalaman dan bermain bersama teman-teman barunya.
  • Ajarkan pada sang anak untuk menimbulkan rasa percaya diri dan tidak malu dalam berbicara terhadap orang asing atau orang baru disekitarnya, tanamkan rasa percaya tersebut kepada sang anak.
  • Ajaklah berdiskusi mengenai teman yang dikenalnya agar sang anak terbiasa untuk bergaul dan mempunyai cerita baru untuk di ceritakan kepada orangtua.

Sifat pemalu tidak selamanya ada dalam diri sang anak, bisa dihilangkan asal sang orangtua berlaku sebagaimana orangtua semestinya terhadap sang anak agar sang anak bisa memiliki rasa percaya diri kelak.

Senin, 25 November 2013

Memperingati adanya Hari Guru

GURU adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Di tetapkan pada tanggal 25 November sebagai hari guru, membuat kita menghargai betapa besar jasa mereka. Tanpa guru kita tidak akan mengerti bagaimana harus bersikap menjadi seorang yang berguna bagi nusa dan bangsa. Demikian "gelar" yang sudah sedemikian populer disematkan di dada para guru. Dari satu sisi, gelar itu cukup membanggakan, namun dari sisi lain bisa mengharukan. Disebut membanggakan karena demikian hebatnya gelar tersebut diberikan kepada guru atas usahanya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, yang oleh karena itu bisa disejajarkan dengan pahlawan. Sehingga dilihat dari segi moral bisa memotivasi bapak dan ibu guru untuk semakin sungguh-sungguh melaksanakan tugasnya yang mulia. Bisa mengharukan karena, sebagai pahlawan idealnya guru tidak terlalu banyak menuntut dan meminta imbalan sebagaimana para pahlawan berjuang tanpa pamrih. Namun, dalam kondisi kesejahteraan yang morat-marit bisakah guru hidup hanya dengan gelar dan kebanggaan saja?.
Tidak semua guru bernasib baik menjadi PNS, ribuan guru yang lain masih terkatung-katung nasibnya sebagai guru honorer yang selalu meminta belas kasihan pihak sekolah. Di Kab. Bandung saja ada sekitar 12.000 guru honorer dari berbagai jenjang. Mereka, mendapat honorar sekitar Rp 200 ribu - Rp 500 ribu/bulan atau lebih rendah lagi. Meski sudah ada komitmen pemerintah daerah, yang memberikan alokasi dana BOS kabupaten yang bertujuan salah satunya meningkatkan kesejahteraan guru non-PNS, ternyata memang tidak banyak membantu. Sebab jumlah jam mengajar guru honorer tersebut biasanya terbatas. Hal tersebut disebabkan guru PNS sendiri masih banyak yang kekurangan jam pelajaran.
Upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan telah dilakukan dengan memberikan tunjangan sertifikasi. Namun lagi-lagi nasib guru honorer tidak terlalu baik karena jumlah kuota tiap kabupaten/kota yang terbatas. Alokasi yang ada lebih diprioritaskan bagi guru PNS.
Saat ini tidak berlebihan kiranya apabila para guru adalah pahlawan yang mengharap balas jasa. Pemahaman tentang balas jasa, tentu tidak dipersepsi sebagai tindakan komersialisasi. Namun, sebagai penjual "jasa" layanan pendidikan sudah saatnya mereka berhak menikmati jerih payahnya. Dengan begitu timbul motivasi untuk meningkatkan kemampuannya serta lebih sungguh-sungguh pada profesinya. Dengan kata lain, para guru sebagai tenaga professional layak di sejajarkan dengan dokter, pengacara dsb.
Tanggal 25 Nopember diperingati sebagai Hari Guru. Peringatan itu tentu tidak dilaksanakan sekadar seremonial saja. Tetapi dijadikan refleksi atas perjalanan kiprah dan perjuangan guru dalam upaya mencetak generasi bangsa yang unggul, mandiri, dan tangguh. Tantangan yang dihadapi ke depan semakin berat.

Senin, 09 April 2012

Rusuhnya demo jelang kenaikan harga BBM


Masyarakat jakarta terutama buruh dan para mahasiswa, pada tanggal 27 april lalu mengadakan demo besar2an, dalam menolak naiknya.. Mereka terlalu antusias dan tidak memiliki aturan dalam melakukan demo, karena setau saya, demo memiliki aturan dan pasal yang telah di atur. Harus tertib dalam berorasi. Dan jangan melakukan tindakan brutal. Tetapi pada demonstran ini malah melakukan hal yang sebaliknya, mereka membuat onar, rusuh para polisi yang menjaga keamanan untuk demo besar2an tersebut. Polisi banyak yang terluka, sehingga banyak yang di larikan ke rumah sakit, begitu juga mahasiswa ada yang terluka parah. Hal itu patut di sayangkan. Bapak presiden kita, Bapak Susilo Bambang Yudiyhono, saya pikir beliau memiliki alasan kuat dalam menaikkan bbm ini, untuk memperbaiki keadaan rakyat dan menyeimbangkan keuangan ekonomi dunia. Bagi para masyarakat yang berada menengah ke atas, lebih baik menggunakan bbm pertamax bukan premium, sehingga keuangan indonesia membaik, alangkah lebih baiknya untuk lebih sadar dengan keadaan ekonomi saat ini, banyak sekali pengangguran yang menyebabkan indonesia terpuruk. Jadi, lebih baik para demonstran tidak terlalu menyalahkan kepada Bapak SBY, karena bukan sepenuhnya kemauan beliau, harga bbm dunia sudah naik, dan otomatis Indonesia hanya mengikuti alurnya saja, agar tidak terjadi gagal keseimbangan dalam keadaan ekonomi Indonesia.





Selasa, 13 Maret 2012

Padatnya Kota Jakarta

Kita semua tahu bahwa pulau Jawa, pulau terpadat di Indonesia. Jakartalah yang menguasai kepadatan tersebut, terlalu banyak sekali penduduk dan kendaraan pribadi di kota tersebut.. Memang tidak bisa di salahkan jika Jakarta tempat paling di segani untuk mencari lapangan pekerjaan, tapi itu semua tidak mudah, butuh skill dan juga fisik. Jika kita tidak memiliki itu, kita hanya menjadi kacung ataupun pengemis di kota besar itu. Jika di lihat, terlalu banyak orang-orang yg kurang mampu berada di pinggir jalan, di bawah kolong jembatan karena memaksakan kehendak untuk hidup di jakarta. Itulah semua faktor yang menyebabkan jakarta terlalu padat, di tahun 2012 semua jalanan setiap malam minggu, tidak akan pernah bisa jalan normal layaknya jalanan raya yang semestinya... Yang seharusnya bisa tiba hanya 30 menit mungkin kita akan datang 1 jam-an lebih atau bahkan 2 jam. Itu karena terlalu banyaknya kendaraan yang keluar yang menyebabkan kepadatan jalan. Masukan dari saya seharusnya, kita menggunakan sistem seperti cina, yang mobil di keluarkan dengan plat bilangan genap pada hari senin sedangkan plat bilangin ganjil baru boleh di keluarkan hari selasa begitu sistem nya secara silang. Agar jalanan dan kemacetan lalu lintas bisa teratasi oleh pemerintah, kita sebagai warga jakarta juga seharusnya membantu pemerintah bukannya malah menyusahkan. Dan pada penduduk, sebaiknya di transmigrasikan ke daerah yang memiliki kekurangan penduduk, seperti halnya pada kalimantan, papua ataupun sulawesi, dan di situlah pemerintah yang mengatur untuk membuka lapangan pekerjaan yang layak, agar seimbang dalam pengadaan sensus penduduk. Itu semua bisa berjalan, agar kita sebagai warga jakarta patuh dan lebih memikirkan ke depan, maksud saya ke tahun depan. Agar kota jakarta tidak seperti semut yang berkeliaran kemana mana dengan luas kota jakarta yang tidak terlalu besar.

Selasa, 06 Maret 2012

Orang Miskin tidak boleh sakit.


Baru saja kemarin, saya menonton berita.  Saya sempat kaget, pas sekali saya menonton tentang sosial yang mengenai  ‘orang miskin tidak boleh sakit’. Melihat wacana nya saja dari televisi saya langsung bergegas terpacu kepada berita tersebut. Dalam hati sendiri saya berkata “apa-apaan ini, orang sakit kok di larang? Memang kita semua ini menginginkan sakit apa?” Kesal sekali saya menonton berita tersebut. Pemerintahan apa yang melarang manusia untuk  sakit? Yang berkehendak tetaplah Allah SWT, bukan manusia dan sebagainya. Setelah saya mendengar banyak, saya menangkap kesimpulan, bahwa  “BIAYA” yang menjadi  intinya. Karena terkadang asuransi memiliki limit, hanya tertentu saja. Dan itupun di lihat penyakit apa terlebih dahulu untuk dapat di kenakan asuransi atau tidak, beserta obatnya.  Saya kecewa, sangat kecewa dengan berita tersebut. Seharusnya pemerintah bukan melarang, tetapi membantu! Mungkin bisa karena faktor lingkunga. Maka dari itu, pemerintah seharusnya mengadakan pengecekan ke setiap daerah-dareah terpencil agar melihat banyaknya sampah mengumpul, banyaknya limbah sungai yang berasal dari pabrik, bukan malah melarang… Dalam hati saya berbicara terus menerus “sypa yang menginginkan sakit? Tidak ada satupun yang menginginkan itu….” Ada apa dengan pemerintah?? 

Anggota DPR bertingkah saja setiap tahun.


Awal-awal tahun di 2012 ini saya sudah banyak sekali melihat, membaca dan mendengar setiap orang membicarakan anggota DPR yang melakukan korupsi dalam ajang Sea Games. Memang menurut saya, pasti banyak sekali keuntungan yang di peroleh dari ada nya ajang Sea games yang di adakan untuk seluruh Asia… Berawal dari nazaruddin beranak ke dalam anggota DPR lainnya. Mengenaskan mengetahui, pembantu pemerintah malah melakukan sejumalah aksi/perilaku yang sangat kejam terhadap negaranya sendiri. Apakah dia tidak berpikir dengan rakyat yang masih berada di bawah mampu? Sungguh… sangat… Terlebih lagi setelah nazaruddin menyebarkan semua nama yang menyangkut dengan wisma atlet yang di gunakan sebagai tempat peristirahatan bagi para atlet dari luar Indonesia. Salah satu contohnya adalah Angie a.k.a Angelina Sondakh… Sungguh saya tidak menyangka, tidak menyangka bahwa dia juga ikut andil dalam hal itu. Memaaaang, klo kita berada di posisi angie saat itu pasti akan berpikir 2 kali untuk menolak. Tapi tetap kita semua memiliki keyakinan, bahwa semua pekerjaan kita harus di jalani secara lurus dan tidak akan berbelok dengan aras arus rel… Ya kita sebagai warga masyarakat Indonesia, berdoa saja agar para pembantu pemerintah lebih sadar dalam melakukan tindak criminal ini, dan lebih mementingkan rakyat yang lebih pantas untuk di bantu….

Senin, 05 Maret 2012

Banjir selalu menjadi ancaman besar bagi masyarakat Jakarta.


Kita semua memahami saat hujan datang pada musimnya, pasti yang akan ada di pikiran kita yang utama adalah BANJIR.  Ini adalah bencana yang bisa terjadi karena kelalaian manusia/masyarakat setempat.  Banjir bias terjadi karena meluapnya air di sungai, ataupun danau yang tidak bias lagi tertampung sehingga menyebabkan air itu keluar dari wadahnya. Jika air sudah menggenangi daratan, “apa yang akan terjadi?”





1 hal yang biasa saya lihat adalah begitu menumpuknya sampah di sungai tersebut yang membuat air tersebut tersendat dan meluapnya air secara berlebih yang tak semestinya.  Sudah banyak upaya pemerintah dalam menanggulangi banjir dengan banyaknya sampah yang menumpuk. Tapi tidak bias sepenuhnya ini menjadi kewajiban pemerintah, kitalah sebagai warga Jakarta yang baik dan taat terhadap peraturan yang lebih tahu untuk apa yang akan di lakukan. Sudah di sediakan tempat sampah, masih saya kita membuanganya di sembarang tempat. Itulah salah 1 kebiasaan warga Jakarta yang tidak akan pernah hilang. Jadi himbauan dari saya adalah, sebaiknya kita sebagai warga masyarakat yang baik dan taat adalah, membuang sampah tersebut pada tempat yang sudah di sediakan, dan mengingatkan kepada sesama masyarakat Jakarta untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat. Kota indah, kita juga yang bangga bukan? J


Rendahnya mutu pendidikan di Indonesia.




Kita semua mengetahui bahwa Indonesia begitu banyak memiliki penduduk yang dominan dengan orang yang kurang mampu. Sungguh tragis memang. Di sini saya akan membahas mengenai mutu pendidikan untuk pemimpin masa depan kelak. 1 hal yang kita ketahui adalah jika ingin memiliki ilmu yang lebih adalah KITA HARUS BERUSAHA DAN BERDOA. Ilmu yang berada di Indonesia masih jauh berbeda dengan ilmu di Negara-negara luar. Di lihat pula dari anak-anak penerus bangsa yang seharusnya ia menuntut ilmu tetapi ia lebih memilih untuk mengamen dan sejenisnya. Bukan kemauan saya rasa, tapi keadaan yang memaksa, itulah yang membuat Indonesia masih patut di prihatinkan mengenai pendidikan. Hanya 1 kendala nya, masalah biaya. Sekarang untuk hidup di Indonesia, tidak akan mampu berada di atas jika kita tidak memiliki ilmu yang tinggi dan biaya yang lebih untuk menyalurkan kita menjadi seorang sarjana. Anak-anak yang memiliki potensi lebih, ia hanya duduk di rumah ulungnya dengan membaca buku pengetahuan seadanya, yang itupun ia menemukannya terbuang di sembarang tempat…. Sebenarnya , pemerintah sudah menerapkan beberapa cara metode pendidikan yang bias di gunakan untuk orang yang kurang mampu. Tapi metode ini kurang membuat menarik saya rasa. Karna tidak membuat anak-anak penerus merasa semangat. Jadi saran saya, tingkatkan fatsilitas dan dana untuk memiliki mutu yang tinggi dalam hal pendidikan.